Bukan Sangi-Sangi, IMALAK Tegaskan Isu Pencemaran Terjadi di Ulu Sawa

- Publisher

Selasa, 23 Juni 2026 - 04:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendari, Terkiniindonesia.com – Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus Sulawesi Tenggara (IMALAK Sultra) membantah klarifikasi pihak yang mengatasnamakan orang kepercayaan PT Gerbang Mitra Sejahtera (GMS) terkait video sungai keruh yang beredar di masyarakat.

Sebelumnya, pihak tersebut menyebut video itu merupakan rekaman lama yang diambil di Desa Sangi-Sangi, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

Ketua IMALAK Sultra, La Ode Muhammad Zulyarson, menilai pernyataan tersebut tidak menjawab substansi tuntutan yang selama ini mereka suarakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, fokus persoalan yang disorot organisasi mahasiswa itu bukan berada di Desa Sangi-Sangi, melainkan dugaan pencemaran lingkungan di Desa Ulu Sawa, Kecamatan Laonti.

Baca Juga :  Triple C Bakal Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Perusahaan di Sultra Lewat Forum Dialog

“Kami menilai klarifikasi itu justru mengalihkan fokus persoalan. Yang menjadi perhatian kami adalah dugaan pencemaran lingkungan di Desa Ulu Sawa,” tegas Zulyarson, Senin (22/6).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi masyarakat, air sungai yang mengalami perubahan warna dan peningkatan kekeruhan di wilayah tersebut mengalir hingga ke kawasan pesisir.

Kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem laut dan aktivitas warga yang bergantung pada sumber daya perairan.

Zulyarson menegaskan, polemik mengenai lokasi maupun waktu pengambilan video tidak boleh mengaburkan tuntutan utama, yakni investigasi menyeluruh terhadap dugaan pencemaran lingkungan di Kecamatan Laonti.

Baca Juga :  Pesan Ancaman ke Jurnalis Picu Sorotan terhadap PT GMS

“Kami tidak memperdebatkan video lama atau baru. Yang kami tuntut adalah pemeriksaan lapangan secara terbuka dan independen,” ujarnya.

IMALAK Sultra mendesak Pemerintah Daerah Konawe Selatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparat penegak hukum segera melakukan verifikasi lapangan dan pengujian kualitas air pada wilayah yang diduga terdampak.

Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk memastikan kondisi lingkungan yang sebenarnya sekaligus memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.

Sebagai organisasi yang konsisten mengawal isu lingkungan, IMALAK Sultra menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut hingga hasil investigasi resmi diumumkan kepada publik.*

Berita Terkait

Status Quo PT WIN Disorot, HMKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Perpanjangan RKAB
Perpanjangan RKAB PT Tiran Dipersoalkan, MAP Hukum Sultra Ajukan Sejumlah Catatan
Nama H. Basri Disebut, Dugaan Jaringan Rokok Ilegal Baubau Diminta Diusut
Warga Laonti Pertanyakan Izin Jalan Hauling dan Jetty PT GMS
Diminta Bukti Pemeriksaan Gakkum, Humas PT GMS Tak Berani Tunjukkan Dokumen
BASMI Laporkan Dugaan Perambahan Hutan Lindung PT Tani Prima Makmur
AMAN Sultra Uji Produk Skincare, BPOM Telusuri Dugaan Pelanggaran
Cream NN Scrub dan Membahana Handbody Diduga Tanpa Izin Edar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WITA

Status Quo PT WIN Disorot, HMKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Perpanjangan RKAB

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:07 WITA

Perpanjangan RKAB PT Tiran Dipersoalkan, MAP Hukum Sultra Ajukan Sejumlah Catatan

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:28 WITA

Nama H. Basri Disebut, Dugaan Jaringan Rokok Ilegal Baubau Diminta Diusut

Rabu, 1 Juli 2026 - 04:48 WITA

Warga Laonti Pertanyakan Izin Jalan Hauling dan Jetty PT GMS

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:58 WITA

Diminta Bukti Pemeriksaan Gakkum, Humas PT GMS Tak Berani Tunjukkan Dokumen

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:08 WITA

AMAN Sultra Uji Produk Skincare, BPOM Telusuri Dugaan Pelanggaran

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:44 WITA

Cream NN Scrub dan Membahana Handbody Diduga Tanpa Izin Edar

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:16 WITA

Diduga Mainkan BBM Subsidi, PT Dua Putra Sulawesi Disorot AMAN Sultra

Berita Terbaru