Pesan Ancaman ke Jurnalis Picu Sorotan terhadap PT GMS

- Publisher

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendari, Terkiniindonesia.com – Dugaan intimidasi terhadap wartawan kembali mencuat di Sulawesi Tenggara. Seorang jurnalis media online SIMPULINDONESIA.COM diduga mendapat tekanan saat menjalankan tugas peliputan.

Tekanan itu diduga berasal dari seorang pria bernama Pongki yang disebut sebagai pihak dekat dengan PT Gerbang Mitra Sejahtera (GMS), perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

Dugaan intimidasi muncul setelah beredarnya pesan WhatsApp yang berisi kalimat bernada ancaman kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pesan tersebut, Pongki menulis, “Tapi awas ko buat berita yang tidak betul/bukan fakta saya cari ko gondrong.”

Baca Juga :  JMSI Kawal Laporan Dugaan Intimidasi Jurnalis Simpulindonesia ke Polda Sultra

Pesan itu diduga dikirim saat wartawan tengah mengumpulkan informasi terkait aktivitas pertambangan PT GMS.

Sejumlah pihak menilai kalimat tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk tekanan terhadap kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan intimidasi berkaitan dengan pemberitaan mengenai indikasi pencemaran lingkungan di wilayah operasional perusahaan.

Kasus dugaan pencemaran itu sebelumnya telah menjadi perhatian aktivis lingkungan dan mahasiswa di Sulawesi Tenggara.

Alih-alih memberikan penjelasan terbuka, pihak yang diduga terkait perusahaan justru disebut mengeluarkan pernyataan yang dianggap mengintimidasi wartawan.

Baca Juga :  Gempur Sultra Minta Dugaan Pelanggaran K3 PT Tiran Diusut Sebelum RKAB Terbit

Pengamat hukum yang enggan disebutkan namanya menilai ancaman terhadap jurnalis dapat berimplikasi hukum.

“Kerja pers dilindungi undang-undang. Segala bentuk intimidasi terhadap wartawan tidak bisa dibenarkan,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, PT GMS belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan intimidasi maupun isu pencemaran lingkungan yang berkembang.

Desakan kepada aparat penegak hukum untuk menelusuri kasus tersebut pun terus menguat. Masyarakat meminta jaminan keamanan bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya.*

Berita Terkait

Insiden di Jalan Hauling PT PBI Konut, Mobil Terbakar dan Tabrakan Beruntun
Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi
Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra
Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit
Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai
Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Insiden di Jalan Hauling PT PBI Konut, Mobil Terbakar dan Tabrakan Beruntun

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:18 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WITA

Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran

Berita Terbaru