Usai Soroti Sejumlah Kasus, Pengurus AMAN Sultra Diduga Diserang Siber

- Publisher

Selasa, 23 Juni 2026 - 03:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendari, Terkiniindonesia.com — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara mengaku mengalami dugaan serangan siber setelah aktif mengkritisi berbagai persoalan publik di daerah.

Serangan digital tersebut disebut menimpa handphone salah satu pengurus organisasi, yakni Kabid Advokasi dan Pergerakan AMAN Sultra, Ikram.

Menurut Ikram, dugaan serangan itu muncul setelah AMAN Sultra intens menyuarakan sejumlah isu strategis. Mulai dari penegakan hukum, aktivitas pertambangan, hingga kebijakan publik yang menjadi perhatian masyarakat.

“Ini bukan sekadar persoalan pribadi. Kami melihat ada dugaan upaya intimidasi melalui ruang digital terhadap aktivitas kontrol sosial mahasiswa,” ujarnya, Senin (22/6).

Dia menegaskan, kritik yang disampaikan organisasi mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, segala bentuk tekanan terhadap kebebasan berpendapat dinilai tidak dapat dibenarkan.

“Kritik dan penyampaian aspirasi adalah hak yang dijamin dalam sistem demokrasi. Tidak seharusnya dibungkam dengan cara-cara yang tidak sehat,” katanya.

Sementara itu, Ketua AMAN Sultra menegaskan organisasinya tidak akan mundur meski menghadapi berbagai tekanan.

Baca Juga :  Begini Cara ASR-Hugua Lakukan Penanganan Perubahan Iklim di Sultra

Dia meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan serangan siber tersebut apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Ruang digital harus menjadi sarana demokrasi, bukan alat untuk mengintimidasi pihak yang menyampaikan kritik,” tegasnya.

AMAN Sultra juga mengimbau seluruh kader tetap mengedepankan etika dan menempuh jalur hukum apabila menemukan tindakan yang merugikan.

Organisasi itu memastikan akan terus mengawal berbagai persoalan publik yang dinilai berdampak pada kepentingan masyarakat luas.*

Berita Terkait

Status Quo PT WIN Disorot, HMKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Perpanjangan RKAB
Perpanjangan RKAB PT Tiran Dipersoalkan, MAP Hukum Sultra Ajukan Sejumlah Catatan
Nama H. Basri Disebut, Dugaan Jaringan Rokok Ilegal Baubau Diminta Diusut
Warga Laonti Pertanyakan Izin Jalan Hauling dan Jetty PT GMS
Diminta Bukti Pemeriksaan Gakkum, Humas PT GMS Tak Berani Tunjukkan Dokumen
BASMI Laporkan Dugaan Perambahan Hutan Lindung PT Tani Prima Makmur
AMAN Sultra Uji Produk Skincare, BPOM Telusuri Dugaan Pelanggaran
Cream NN Scrub dan Membahana Handbody Diduga Tanpa Izin Edar
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WITA

Status Quo PT WIN Disorot, HMKS Minta Pemerintah Kaji Ulang Perpanjangan RKAB

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:07 WITA

Perpanjangan RKAB PT Tiran Dipersoalkan, MAP Hukum Sultra Ajukan Sejumlah Catatan

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:28 WITA

Nama H. Basri Disebut, Dugaan Jaringan Rokok Ilegal Baubau Diminta Diusut

Rabu, 1 Juli 2026 - 04:48 WITA

Warga Laonti Pertanyakan Izin Jalan Hauling dan Jetty PT GMS

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:58 WITA

Diminta Bukti Pemeriksaan Gakkum, Humas PT GMS Tak Berani Tunjukkan Dokumen

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:08 WITA

AMAN Sultra Uji Produk Skincare, BPOM Telusuri Dugaan Pelanggaran

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:44 WITA

Cream NN Scrub dan Membahana Handbody Diduga Tanpa Izin Edar

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:16 WITA

Diduga Mainkan BBM Subsidi, PT Dua Putra Sulawesi Disorot AMAN Sultra

Berita Terbaru