Belum Bangun Smelter, PT Tiran Disindir Lewat Aksi Patungan Publik

- Publisher

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Konsorsium Aktivis Sulawesi Tenggara (KASTARA) meluncurkan aksi penggalangan donasi simbolis Rp100 ribu untuk PT Tiran Indonesia. Gerakan itu menjadi bentuk kritik terhadap belum terealisasinya pembangunan smelter di tengah tingginya aktivitas produksi nikel perusahaan.

KASTARA merupakan gabungan sejumlah organisasi sipil, seperti SAC, AMAN Sultra, Koran Sultra, AMARA Sultra, Gempur Sultra, MAP Hukum Sultra, AWF, Jangkar Sultra, AMPLK Sultra, JGN Sultra, AMPK, Simpul Sultra, PM PALI, dan Formalish.

Melalui pamflet bertajuk “Patungan Bangunkan Smelter PT Tiran”, KASTARA mengajak masyarakat menyumbang Rp100 ribu. Aksi itu disebut sebagai sindiran, bukan bantuan finansial bagi perusahaan.

Koordinator KASTARA, Ikhram, menilai perusahaan yang terus memproduksi nikel sudah semestinya mampu membangun fasilitas pengolahan sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap program hilirisasi nasional.

> “Kalau memang belum mampu bangun smelter, biar rakyat yang patungan. Ini aksi satir untuk mengingatkan PT Tiran agar tidak hanya rajin mengeruk nikel, tetapi juga serius membangun industri pengolahan,” ujar Ikhram.

Menurutnya, perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam Sulawesi Tenggara harus menghadirkan nilai tambah melalui investasi industri pengolahan, bukan hanya meningkatkan produksi dan pengiriman ore.

Selain itu, KASTARA meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengevaluasi komitmen PT Tiran terhadap hilirisasi sebelum memberikan persetujuan perpanjangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Baca Juga :  KASTARA Kritik Penanganan Korupsi, Luncurkan Donasi untuk Kejati Sultra

Dalam aksi tersebut, donasi simbolis disalurkan melalui rekening DANA yang telah diumumkan panitia. Dana yang terkumpul rencananya akan diserahkan secara simbolis kepada PT Tiran sebagai bentuk kritik terhadap lambatnya realisasi pembangunan smelter.

Ikhram menegaskan, aksi tersebut merupakan pengingat agar pengelolaan kekayaan nikel Sulawesi Tenggara tidak berhenti pada aktivitas penambangan dan pengangkutan ore semata.

“Kalau rakyat sampai harus patungan membangunkan smelter, itu ironi. Kekayaan alam Sulawesi Tenggara semestinya melahirkan industri yang memberi nilai tambah bagi daerah dan negara,” pungkasnya.*

Berita Terkait

KARST Desak Evaluasi PT SCM, Gelar Donasi Simbolik Rp140 Ribu
HIPPMAKOT Desak Pemkot Tertibkan Dugaan Proyek Ilegal Alexandria Hills
Kasus PETI Bombana, AMAN Sultra Minta Propam Usut Dugaan Upeti Oknum Polisi
Dugaan Mafia Tanah Puuwatu Bergulir, MAP Hukum Sultra Pertanyakan Peran BSI
Dugaan Penyerobotan Lahan Puuwatu, Kuasa Hukum Sebut Ada Aktor Bank Tanah
PERMAHI Kendari Cari Calon Kader Baru, Pendaftaran MAPERCA VIII Resmi Dibuka
JANGKAR Desak DPRD Sultra Buka RDP Dugaan Pengawasan Kawasan PT IPIP
Dugaan Sengketa Tanah, HMKS Desak Pemeriksaan Kepala Desa Buke
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:47 WITA

KARST Desak Evaluasi PT SCM, Gelar Donasi Simbolik Rp140 Ribu

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:14 WITA

HIPPMAKOT Desak Pemkot Tertibkan Dugaan Proyek Ilegal Alexandria Hills

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:50 WITA

Kasus PETI Bombana, AMAN Sultra Minta Propam Usut Dugaan Upeti Oknum Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:22 WITA

Dugaan Mafia Tanah Puuwatu Bergulir, MAP Hukum Sultra Pertanyakan Peran BSI

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:51 WITA

Dugaan Penyerobotan Lahan Puuwatu, Kuasa Hukum Sebut Ada Aktor Bank Tanah

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:05 WITA

JANGKAR Desak DPRD Sultra Buka RDP Dugaan Pengawasan Kawasan PT IPIP

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:25 WITA

Dugaan Sengketa Tanah, HMKS Desak Pemeriksaan Kepala Desa Buke

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:07 WITA

HIPPMAKO Konut Usung Kepemimpinan Perempuan, Fokus Pemuda Berintegritas

Berita Terbaru