Dugaan Penyerobotan Lahan Puuwatu, Kuasa Hukum Sebut Ada Aktor Bank Tanah

- Publisher

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Dugaan praktik mafia tanah kembali mencuat di Kota Kendari. Kasus ini bermula dari laporan dugaan penyerobotan dua bidang tanah bersertifikat di Kelurahan Puuwatu, yang kini ditangani Polda Sulawesi Tenggara.

Kuasa hukum Nurminah, Arwan Rakmin dari Firma Hukum ARP & Partner, menyebut kliennya memiliki dua Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari.

Menurut Arwan, lahan seluas sekitar 1.900 meter persegi dan 300 meter persegi diduga dikuasai tanpa persetujuan pemilik sah.

Ia mengatakan kliennya baru mengetahui kondisi lahan berubah setelah dilakukan penelusuran pada 2026.

“Tanah sudah digusur, diratakan, dan tanaman produktif hilang. Patok batas tanah juga sudah tidak ditemukan,” kata Arwan, Jumat (24/7).

Dalam laporannya, Arwan turut menyebut nama Fajar S Tanawali yang diduga memiliki peran dalam penguasaan lahan atau yang disebutnya sebagai “bank tanah”.

Selain itu, PT Tadisangka disebut melakukan aktivitas pembangunan di atas lahan yang masih berstatus SHM atas nama kliennya.

Arwan juga menduga terdapat penimbunan aliran kali di sekitar lokasi yang berpotensi mengganggu fungsi drainase dan memicu dampak lingkungan.

Baca Juga :  Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum

Pihaknya telah meminta pemblokiran sertifikat di BPN sebagai langkah pencegahan terhadap potensi transaksi atas objek sengketa.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Tenggara untuk proses hukum lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, Terkiniindonesia.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Fajar S Tanawali, PT Tadisangka, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta pihak-pihak lain yang disebut dalam laporan guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.*

Berita Terkait

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi
Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra
Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit
Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai
Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa
Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WITA

Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:12 WITA

Transparansi Penindakan Gakkum ESDM di Sultra Dipertanyakan Triple C

Berita Terbaru