KARST Soroti Dugaan Pengeroyokan, Desak THM Exodus Ditutup Permanen

- Publisher

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Konsorsium Aktivis Revolusioner Sulawesi Tenggara (KARST) membuka aksi donasi simbolis Rp170 ribu sebagai kritik terhadap sistem keamanan THM Exodus Kendari.

Aksi yang diumumkan Senin (27/7) itu melibatkan 14 organisasi yang tergabung dalam koalisi KARST.

Koalisi menilai manajemen THM Exodus belum mampu memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang berkunjung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum petugas keamanan dalam sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Laskar Semut Merah Minta Agenda Budaya Muna Dipusatkan di Pulau Muna

Penanggung Jawab KARST, Ikhram, menyebut donasi Rp170 ribu merupakan bentuk satire terhadap pengelola Exodus.

Menurutnya, aksi itu menggambarkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme petugas keamanan.

“Donasi ini simbol agar pengelola membangun sistem keamanan yang profesional tanpa mengedepankan kekerasan,” ujar Ikhram.

Ia menegaskan petugas keamanan seharusnya menjadi pelindung pengunjung, bukan diduga terlibat dalam tindakan pengeroyokan.

Baca Juga :  Mardiono Ajak Masyarakat Pilih ASR-Hugua untuk Sultra Maju

KARST mendesak Pemerintah Kota Kendari dan Polresta Kendari mengevaluasi operasional THM Exodus secara menyeluruh.

Apabila pelanggaran serupa terus berulang, koalisi meminta pemerintah dan kepolisian mempertimbangkan penutupan operasional sesuai ketentuan hukum.

Donasi simbolis tersebut rencananya diserahkan kepada pihak terkait sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus kritik terhadap pengelolaan keamanan tempat hiburan malam.*

Berita Terkait

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi
Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra
Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan
Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai
Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa
Transparansi Penindakan Gakkum ESDM di Sultra Dipertanyakan Triple C
TWKM ke-35 Mahacala UHO, Puluhan Mapala Jelajahi Keanekaragaman Hayati Pegunungan Mekongga
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WITA

Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:12 WITA

Transparansi Penindakan Gakkum ESDM di Sultra Dipertanyakan Triple C

Berita Terbaru