Laskar Semut Merah Minta Agenda Budaya Muna Dipusatkan di Pulau Muna

- Publisher

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Lembaga Laskar Semut Merah Kota Kendari mengkritik pelaksanaan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna yang diselenggarakan Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) di Kota Kendari.

Ketua Dewan Pembina Laskar Semut Merah, Jaya, SE, menilai agenda bertema pelestarian budaya seharusnya dipusatkan di Pulau Muna sebagai daerah asal sejarah, adat, dan tradisi masyarakat Muna.

Menurut Jaya, pelaksanaan kegiatan di luar wilayah Muna berpotensi mengurangi nilai simbolik serta manfaat langsung bagi pelestarian budaya dan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mempertanyakan alasan penyelenggara memilih Kota Kendari sebagai lokasi kegiatan apabila tujuan utamanya memperkuat identitas budaya Muna.

Baca Juga :  AMAN Sultra Desak Kapolda Copot Kapolres Bau-Bau, Soroti Sejumlah Kasus yang Dinilai Janggal

Jaya menyebut kritik masyarakat merupakan hal wajar dalam demokrasi karena publik berhak mempertanyakan arah dan tujuan kegiatan tersebut.

Ia juga menilai munculnya persepsi yang mengaitkan agenda itu dengan kepentingan politik harus dijawab secara terbuka oleh penyelenggara.

Menurutnya, persepsi tersebut muncul karena Ketua KKMM saat ini juga menjabat sebagai Bupati Muna Barat sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara.

Meski begitu, Jaya menegaskan pernyataannya bukan tuduhan, melainkan kritik agar kegiatan budaya tidak bergeser dari tujuan utamanya.

Baca Juga :  Wartawan di Kendari Dilarang Liput Kunker Komisi XII DPR RI

Ia mengingatkan budaya harus menjadi media pendidikan, pemersatu masyarakat, sekaligus sarana mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.

Laskar Semut Merah juga mendorong pelaksanaan Silaturahmi Akbar dipusatkan di Pulau Muna agar memberikan dampak budaya dan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Sementara itu, Ali Sabarno mempertanyakan rencana menghadirkan artis dalam acara tersebut. Menurutnya, masyarakat Muna Barat masih membutuhkan perhatian terhadap infrastruktur, akses jalan menuju rumah sakit, serta peningkatan kesejahteraan dibanding kegiatan yang berpotensi memunculkan persepsi sebagai panggung politik.*

Berita Terkait

KARST Desak Evaluasi PT SCM, Gelar Donasi Simbolik Rp140 Ribu
HIPPMAKOT Desak Pemkot Tertibkan Dugaan Proyek Ilegal Alexandria Hills
Kasus PETI Bombana, AMAN Sultra Minta Propam Usut Dugaan Upeti Oknum Polisi
Dugaan Mafia Tanah Puuwatu Bergulir, MAP Hukum Sultra Pertanyakan Peran BSI
Dugaan Penyerobotan Lahan Puuwatu, Kuasa Hukum Sebut Ada Aktor Bank Tanah
PERMAHI Kendari Cari Calon Kader Baru, Pendaftaran MAPERCA VIII Resmi Dibuka
JANGKAR Desak DPRD Sultra Buka RDP Dugaan Pengawasan Kawasan PT IPIP
Dugaan Sengketa Tanah, HMKS Desak Pemeriksaan Kepala Desa Buke
Berita ini 214 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:47 WITA

KARST Desak Evaluasi PT SCM, Gelar Donasi Simbolik Rp140 Ribu

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:14 WITA

HIPPMAKOT Desak Pemkot Tertibkan Dugaan Proyek Ilegal Alexandria Hills

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:50 WITA

Kasus PETI Bombana, AMAN Sultra Minta Propam Usut Dugaan Upeti Oknum Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:22 WITA

Dugaan Mafia Tanah Puuwatu Bergulir, MAP Hukum Sultra Pertanyakan Peran BSI

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:51 WITA

Dugaan Penyerobotan Lahan Puuwatu, Kuasa Hukum Sebut Ada Aktor Bank Tanah

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:05 WITA

JANGKAR Desak DPRD Sultra Buka RDP Dugaan Pengawasan Kawasan PT IPIP

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:25 WITA

Dugaan Sengketa Tanah, HMKS Desak Pemeriksaan Kepala Desa Buke

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:07 WITA

HIPPMAKO Konut Usung Kepemimpinan Perempuan, Fokus Pemuda Berintegritas

Berita Terbaru