Dugaan Mafia Tanah Puuwatu Bergulir, MAP Hukum Sultra Pertanyakan Peran BSI

- Publisher

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Dugaan mafia tanah di Kelurahan Puuwatu, Kota Kendari, kembali menjadi sorotan. Kali ini, Organisasi Mahasiswa Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (MAP Hukum Sultra) meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) memberikan penjelasan terkait dugaan pembiayaan proyek yang berdiri di atas lahan yang kini dipersoalkan secara hukum.

Ketua MAP Hukum Sultra, Beni Compo, mengatakan publik berhak memperoleh informasi mengenai proses pembiayaan apabila benar proyek tersebut mendapat fasilitas dari BSI.

“Ini bukan sekadar sengketa tanah. Kami mempertanyakan bagaimana proyek yang lahannya diduga bermasalah bisa memperoleh pembiayaan. Publik berhak mendapat penjelasan,” ujarnya.

Menurut Beni, perkara bermula dari laporan dugaan penyerobotan lahan bersertifikat hak milik (SHM). Kasus tersebut saat ini masih berproses di Polda Sulawesi Tenggara.

Ia menilai bank memiliki kewajiban menerapkan prinsip kehati-hatian sebelum menyalurkan pembiayaan, termasuk memastikan objek yang dibiayai tidak bermasalah secara hukum.

MAP Hukum Sultra mengingatkan ketentuan mengenai prinsip kehati-hatian diatur dalam Undang-Undang Perbankan, Undang-Undang Perbankan Syariah, serta regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang manajemen risiko.

Baca Juga :  Dugaan Kasus Pengadaan DPRD Konut, IMALAK Minta Polda Sultra Tuntaskan Penanganan

Karena itu, organisasi tersebut meminta BSI memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Beni menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum kasus dugaan mafia tanah di Puuwatu hingga tuntas.

Catatan: Dugaan keterlibatan BSI dalam pembiayaan proyek merupakan pernyataan MAP Hukum Sultra. Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pihak BSI.*

Berita Terkait

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi
Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra
Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit
Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai
Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa
Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WITA

Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:12 WITA

Transparansi Penindakan Gakkum ESDM di Sultra Dipertanyakan Triple C

Berita Terbaru