HMKS: Investasi Jangan Korbankan Hak Pekerja dan Masyarakat

- Publisher

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Himpunan Mahasiswa Konawe Selatan (HMKS) angkat suara. Sejumlah persoalan yang dikaitkan dengan PT CAM menjadi sorotan.

Mulai dugaan pelanggaran ketenagakerjaan, kriminalisasi pekerja, hingga konflik agraria yang disebut masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Umum HMKS, Muh. Beni Saputra, meminta setiap dugaan pelanggaran hak pekerja ditangani secara profesional, transparan, dan objektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, penyelesaian persoalan tersebut harus berjalan berdasarkan aturan hukum. Tanpa tekanan terhadap pekerja maupun masyarakat yang memperjuangkan haknya.

“Negara harus hadir memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan hukum yang sama,” kata Beni.

Baca Juga :  HMKS Minta Pemkab Konsel Buka Fakta Polemik Tanah Desa Buke

Ia meminta dugaan pelanggaran ketenagakerjaan dan kriminalisasi pekerja diperiksa secara terbuka agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Bukan hanya persoalan pekerja. HMKS turut menyoroti dugaan intervensi terhadap warga yang menyampaikan aspirasi serta konflik agraria.

Menurut HMKS, konflik agraria harus mendapat perhatian serius. Hak masyarakat atas lahan dan ruang hidup membutuhkan kepastian serta penyelesaian berkeadilan.

Beni menegaskan, HMKS tidak menolak investasi. Kehadiran investasi dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Namun, investasi tidak boleh berjalan dengan mengabaikan hak pekerja, masyarakat, maupun ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  ASR-Hugua Bertekad Hidupkan Kembali Bandara Matahora

“Keberadaan investasi seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, bukan justru melahirkan persoalan yang berkepanjangan,” tegasnya.

Karena itu, HMKS mendesak instansi berwenang memeriksa secara menyeluruh setiap dugaan pelanggaran yang mencuat.

HMKS memastikan akan terus mengawal persoalan yang dikaitkan dengan PT CAM. Aksi demonstrasi juga menjadi opsi apabila pemerintah dinilai tidak serius.

“Kami mengingatkan, investasi ideal adalah investasi yang mengutamakan kepentingan masyarakat luas sembari memperhatikan kepentingan korporasi,” pungkas Beni.*

Berita Terkait

Milad HMI-KOHATI UMK Jadi Momentum Evaluasi Kaderisasi dan Regenerasi
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Fokus Coffee Morning Kadin Sultra di Kendari
Panas! BSI Kendari Dihujani Desakan Tarik Diri dari Proyek Alexandria Hills Tak Mau Terseret Sengketa Tanah! BSI
KARST Desak Evaluasi PT SCM, Gelar Donasi Simbolik Rp140 Ribu
HIPPMAKOT Desak Pemkot Tertibkan Dugaan Proyek Ilegal Alexandria Hills
Dugaan Mafia Tanah Puuwatu Bergulir, MAP Hukum Sultra Pertanyakan Peran BSI
Dugaan Penyerobotan Lahan Puuwatu, Kuasa Hukum Sebut Ada Aktor Bank Tanah
PERMAHI Kendari Cari Calon Kader Baru, Pendaftaran MAPERCA VIII Resmi Dibuka
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:01 WITA

Milad HMI-KOHATI UMK Jadi Momentum Evaluasi Kaderisasi dan Regenerasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:35 WITA

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Fokus Coffee Morning Kadin Sultra di Kendari

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:03 WITA

Panas! BSI Kendari Dihujani Desakan Tarik Diri dari Proyek Alexandria Hills Tak Mau Terseret Sengketa Tanah! BSI

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:32 WITA

KARST Soroti Dugaan Pengeroyokan, Desak THM Exodus Ditutup Permanen

Senin, 27 Juli 2026 - 21:47 WITA

KARST Desak Evaluasi PT SCM, Gelar Donasi Simbolik Rp140 Ribu

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:50 WITA

Kasus PETI Bombana, AMAN Sultra Minta Propam Usut Dugaan Upeti Oknum Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:22 WITA

Dugaan Mafia Tanah Puuwatu Bergulir, MAP Hukum Sultra Pertanyakan Peran BSI

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:51 WITA

Dugaan Penyerobotan Lahan Puuwatu, Kuasa Hukum Sebut Ada Aktor Bank Tanah

Berita Terbaru