FMNI Cium ‘Permainan Kotor’ Anggaran PIP Makassar, Desak Kemenhub dan KPK Bertindak

- Publisher

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Terkiniindonesia.com — Aroma ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar mulai terkuak.

Front Mahasiswa Nasional Indonesia (FMNI) secara terbuka mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran institusi tersebut.

Sorotan tajam mengarah pada pelaksanaan kegiatan Diklat Pembentukan Reguler (Pola Pembibitan) Transportasi Laut Tahun Anggaran 2026 yang mengelola dana fantastis lebih dari Rp3 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nilai anggaran yang besar ini dinilai rawan disalahgunakan jika tidak diawasi secara ketat dan transparan.

Tak hanya itu, FMNI juga mengendus potensi persoalan dalam penggunaan anggaran Badan Layanan Umum (BLU), khususnya pada pos belanja perjalanan dan belanja barang Tahun Anggaran 2025.

Kedua pos tersebut kerap menjadi celah praktik pemborosan hingga dugaan mark-up dalam berbagai kasus serupa di lembaga pendidikan vokasi milik negara.

Baca Juga :  Diduga Mainkan BBM Subsidi, PT Dua Putra Sulawesi Disorot AMAN Sultra

Koordinator FMNI, Imam Mustakim, menegaskan bahwa audit harus dilakukan secara terbuka dan independen guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara di lingkungan PIP Makassar.

“Penyerapan anggaran yang tinggi harus diiringi dengan transparansi, akuntabilitas, dan pertanggungjawaban yang jelas. Karena itu kami meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh lembaga yang berwenang,” ujar Imam Mustakim.

FMNI juga mendesak agar hasil audit yang sebelumnya dilakukan oleh akuntan independen Moch Zainuddin, Sukmadi & Partner tidak berhenti sebagai formalitas belaka. Mereka meminta agar temuan audit tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga audit investigatif resmi apabila ditemukan indikasi tindak pidana korupsi.

Lebih jauh, tekanan juga diarahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk segera mengevaluasi sistem pengawasan internal di PIP Makassar yang dinilai lemah.

Baca Juga :  Bongkar Muat Material Tongkang Disorot, Pelindo Kendari Klaim Dokumen Lengkap

FMNI bahkan secara tegas menuntut pencopotan Direktur PIP Makassar, Capt. Rudy Susanto, serta mendesak pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial Yusran yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan anggaran dan pengadaan barang dan jasa.

Desakan ini menjadi sinyal keras bahwa publik tidak lagi mentolerir potensi penyimpangan anggaran di institusi pendidikan milik negara.

FMNI memastikan akan membawa isu ini ke level yang lebih tinggi melalui aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Perhubungan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat.

Jika tidak segera direspons, kasus ini berpotensi menjadi skandal baru pengelolaan anggaran pendidikan yang mencoreng integritas lembaga negara.*

Berita Terkait

E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal
Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan
Pembukaan Lahan Aurora Bay Disorot, DLHK Belum Beri Penjelasan
UPP Kelas I Molawe Perkuat Keselamatan Pelayaran Lewat Evaluasi Kinerja
UPP Molawe Ingatkan Pegawai Gencarkan Edukasi Keselamatan Pelayaran
KARST Tagih Realisasi Monumen Randi-Yusuf yang Disepakati DPRD Sultra
Kasus Kematian Randi-Yusuf, Pelaku Yusuf Kardawi Belum Terungkap
Tambang Ilegal Wawatu, GEMPUR Sultra Minta Suparjo Segera Ditahan
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 01:23 WITA

E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal

Rabu, 2 September 2026 - 18:42 WITA

Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan

Rabu, 2 September 2026 - 17:58 WITA

Pembukaan Lahan Aurora Bay Disorot, DLHK Belum Beri Penjelasan

Rabu, 2 September 2026 - 00:06 WITA

UPP Kelas I Molawe Perkuat Keselamatan Pelayaran Lewat Evaluasi Kinerja

Selasa, 1 September 2026 - 23:59 WITA

UPP Molawe Ingatkan Pegawai Gencarkan Edukasi Keselamatan Pelayaran

Selasa, 1 September 2026 - 22:51 WITA

Kasus Kematian Randi-Yusuf, Pelaku Yusuf Kardawi Belum Terungkap

Selasa, 1 September 2026 - 20:01 WITA

Tambang Ilegal Wawatu, GEMPUR Sultra Minta Suparjo Segera Ditahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:30 WITA

Dugaan Aliran Rp1 Miliar Terungkap di Sidang, KARST Desak Rusman Emba Diperiksa

Berita Terbaru