Kasus PETI Bombana, AMAN Sultra Minta Propam Usut Dugaan Upeti Oknum Polisi

- Publisher

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Penyisiran aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Bombana, memantik sorotan publik. Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara mendesak aparat tidak berhenti pada operasi lapangan.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra sebelumnya melakukan penyisiran di kawasan Gunung Lipan Buana Lima, area PT Sultra Industri Park (SIP), Sabtu (25/7).

Kanit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra AKP Irfan membenarkan kegiatan tersebut. Operasi melibatkan personel TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Bombana.

Menurut Irfan, polisi telah mengamankan sejumlah saksi serta barang bukti dari lokasi dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal.

Saat dikonfirmasi mengenai dugaan keterlibatan Haji Kamaruddin, Irfan menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung.

“Masih diperiksa, masih pendalaman,” ujarnya.

Kabid Advokasi dan Pergerakan AMAN Sultra, Ikram, meminta penyidik menindak seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk Haji Kamaruddin apabila hasil penyidikan mengarah kepadanya.

Ia menilai penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh agar praktik PETI yang berulang di Bombana dapat dihentikan.

Baca Juga :  APW Dipolisikan Kantor Hukum Nasruddin ke Polda Sultra Soal Dugaan Penipuan

Selain itu, AMAN Sultra juga meminta Propam Polda Sultra menyelidiki dugaan adanya oknum anggota Polres Bombana yang diduga menerima aliran dana dari aktivitas PETI.

Ikram kembali mengungkap dugaan pungutan sebesar Rp350 ribu per unit mesin setiap hari. Jika sekitar 50 mesin masih beroperasi, nilai dugaan aliran dana itu diperkirakan mencapai Rp17,5 juta per hari.

Hingga kini, dugaan tersebut belum terbukti dan masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.*

Berita Terkait

Milad HMI-KOHATI UMK Jadi Momentum Evaluasi Kaderisasi dan Regenerasi
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Fokus Coffee Morning Kadin Sultra di Kendari
Panas! BSI Kendari Dihujani Desakan Tarik Diri dari Proyek Alexandria Hills Tak Mau Terseret Sengketa Tanah! BSI
KARST Soroti Dugaan Pengeroyokan, Desak THM Exodus Ditutup Permanen
KARST Desak Evaluasi PT SCM, Gelar Donasi Simbolik Rp140 Ribu
HIPPMAKOT Desak Pemkot Tertibkan Dugaan Proyek Ilegal Alexandria Hills
Dugaan Mafia Tanah Puuwatu Bergulir, MAP Hukum Sultra Pertanyakan Peran BSI
Dugaan Penyerobotan Lahan Puuwatu, Kuasa Hukum Sebut Ada Aktor Bank Tanah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:01 WITA

Milad HMI-KOHATI UMK Jadi Momentum Evaluasi Kaderisasi dan Regenerasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:35 WITA

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Fokus Coffee Morning Kadin Sultra di Kendari

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:03 WITA

Panas! BSI Kendari Dihujani Desakan Tarik Diri dari Proyek Alexandria Hills Tak Mau Terseret Sengketa Tanah! BSI

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:32 WITA

KARST Soroti Dugaan Pengeroyokan, Desak THM Exodus Ditutup Permanen

Senin, 27 Juli 2026 - 21:47 WITA

KARST Desak Evaluasi PT SCM, Gelar Donasi Simbolik Rp140 Ribu

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:50 WITA

Kasus PETI Bombana, AMAN Sultra Minta Propam Usut Dugaan Upeti Oknum Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:22 WITA

Dugaan Mafia Tanah Puuwatu Bergulir, MAP Hukum Sultra Pertanyakan Peran BSI

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:51 WITA

Dugaan Penyerobotan Lahan Puuwatu, Kuasa Hukum Sebut Ada Aktor Bank Tanah

Berita Terbaru