CCC Minta Pemerintah Periksa Legalitas Operasi PT Fatwa Bumi Sejahtera

- Publisher

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Celebes Conservation Center (CCC) menyoroti dugaan aktivitas PT Fatwa Bumi Sejahtera di kawasan hutan tanpa Penataan Areal Kerja (PAK). Organisasi itu meminta pemerintah segera melakukan verifikasi.

Sekretaris Jenderal CCC, Andul, menyebut PAK merupakan dokumen mendasar yang menjadi dasar legalitas pengelolaan kawasan hutan. Tanpa dokumen tersebut, aktivitas perusahaan dinilai patut dipertanyakan.

“Tanpa PAK, tidak ada legitimasi. Tanpa legitimasi, setiap aktivitas patut dipertanyakan,” ujar Andul, Rabu (22/7).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

CCC mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021 yang mewajibkan pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) memiliki Keputusan Penetapan Areal Kerja sebelum memulai kegiatan.

Baca Juga :  AMPLK Sultra: Aktivitas PT PIP Patut Dipertanyakan

Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 mengatur pemanfaatan kawasan hutan harus berpedoman pada perencanaan, tata hutan, dan fungsi kawasan.

CCC mempertanyakan dua hal. Pertama, apakah PT Fatwa Bumi Sejahtera telah mengantongi PAK yang sah. Kedua, apakah seluruh aktivitas perusahaan telah sesuai rencana pengelolaan kawasan hutan.

Ketua Umum CCC, Fingki, mendesak Kementerian Kehutanan, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari segera memverifikasi dugaan tersebut.

Baca Juga :  P3D Konut Ungkap Dugaan Pelanggaran PT Indonusa

“Jika dokumen itu ada, buka ke publik. Jika tidak ada, jelaskan bagaimana aktivitas bisa berjalan tanpa dasar hukum. Negara tidak boleh kalah oleh praktik abu-abu,” tegas Fingki.

Menurutnya, keterbukaan informasi penting untuk menghindari spekulasi sekaligus memastikan tata kelola kehutanan berjalan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, Terkiniindonesia.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari PT Fatwa Bumi Sejahtera maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut.*

Berita Terkait

Insiden di Jalan Hauling PT PBI Konut, Mobil Terbakar dan Tabrakan Beruntun
Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi
Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra
Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit
Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai
Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Insiden di Jalan Hauling PT PBI Konut, Mobil Terbakar dan Tabrakan Beruntun

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:18 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WITA

Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran

Berita Terbaru