PT Bumi Lasinrang Property Bantah Tuduhan SBSI Kota Kendari

- Publisher

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com, Kendari – Direktur Utama (Dirut) PT Bumi Lasinrang Property, Tri Aswan membantah dengan keras, soal tudingan perusahaan gelapkan gaji karyawan.

Dimana sebelumnya, tudingan tersebut dilayangkan Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari, Iswanto Sugiarto.

Tri Aswan menegaskan bahwa pernyataan yang beredar di media sebelumnya tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran terjadi karena kondisi arus kas perusahaan yang sedang tidak stabil akibat target pemasukan yang tidak tercapai pada Desember 2025 lalu.

“Tudingan itu tidak benar. Kami sudah ada kesepakatan bahwa gaji akan dirapel. Untuk bulan November sudah dibayar penuh, sementara bulan Desember hingga Februari akan segera kami tuntaskan,” ujar Tri Aswan kepada media, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga :  MAP HUKUM Sultra Tantang Polda Tetapkan Eks Sekwan Konut Jadi Tersangka

Ia menyayangkan sikap tiga orang karyawan yang melapor ke KSBSI. Tri menilai laporan tersebut didasari rasa sakit hati, padahal perusahaan sedang berupaya memenuhi hak mereka di tengah kendala administrasi user dan pencairan dana dari mitra.

Tri juga menyayangkan karyawan yang mengadukan perusahaan ke KSBSI Kota Kendari. Pasalnya, selama ini perusahaan cukup bijak kepada karyawannya.

Yang dimaksudkan Tri, ketika karyawan tidak memenuhi target, perusahaan tetap membayarkan gajinya sebagai bentuk kepedulian perusahaan.

“Kami tetap memikirkan hak karyawan. Namun, perusahaan juga memiliki jenjang dan aturan. Perusahaan ini baru dirintis sejak Oktober 2025, walau tidak capai target, gaji tetap diberikan, tapi kami minta kesabarannya,” tambahnya.

Manajemen juga mengklarifikasi bahwa status karyawan freelance, butuh beberapa bulan lagi untuk menetapkan mereka sebagai karyawan tetap.Terlebih lagi, kata dia, perusahaan baru seumur jagung, yang baru jalan beberapa bulan.

Baca Juga :  AMAN Sultra Uji Produk Skincare, BPOM Telusuri Dugaan Pelanggaran

Di tempat yang sama, Legal PT Bumi Lasinrang Property, Bahtiar, menyatakan bahwa pelaporan ke pihak berwajib adalah hak setiap warga negara.

Namun, ia mengingatkan agar laporan tersebut harus memiliki dasar klarifikasi yang kuat.

“Sah-sah saja melapor, tapi perlu klarifikasi agar tidak berbalik arah. Karena bahasa ini sudah keluar ke media, jika perusahaan merasa keberatan, itu bisa menjadi masalah hukum baru bagi pelapor,” tegas Bahtiar B.SH.MH.CLA

Saat ini, pihak perusahaan tengah melakukan kajian internal dan tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum atau lapor balik jika pencemaran nama baik perusahaan terus berlanjut.*

Berita Terkait

E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal
Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan
Pembukaan Lahan Aurora Bay Disorot, DLHK Belum Beri Penjelasan
UPP Kelas I Molawe Perkuat Keselamatan Pelayaran Lewat Evaluasi Kinerja
UPP Molawe Ingatkan Pegawai Gencarkan Edukasi Keselamatan Pelayaran
KARST Tagih Realisasi Monumen Randi-Yusuf yang Disepakati DPRD Sultra
Kasus Kematian Randi-Yusuf, Pelaku Yusuf Kardawi Belum Terungkap
Tambang Ilegal Wawatu, GEMPUR Sultra Minta Suparjo Segera Ditahan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 01:23 WITA

E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal

Rabu, 2 September 2026 - 18:42 WITA

Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan

Rabu, 2 September 2026 - 17:58 WITA

Pembukaan Lahan Aurora Bay Disorot, DLHK Belum Beri Penjelasan

Rabu, 2 September 2026 - 00:06 WITA

UPP Kelas I Molawe Perkuat Keselamatan Pelayaran Lewat Evaluasi Kinerja

Selasa, 1 September 2026 - 23:59 WITA

UPP Molawe Ingatkan Pegawai Gencarkan Edukasi Keselamatan Pelayaran

Selasa, 1 September 2026 - 22:51 WITA

Kasus Kematian Randi-Yusuf, Pelaku Yusuf Kardawi Belum Terungkap

Selasa, 1 September 2026 - 20:01 WITA

Tambang Ilegal Wawatu, GEMPUR Sultra Minta Suparjo Segera Ditahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:30 WITA

Dugaan Aliran Rp1 Miliar Terungkap di Sidang, KARST Desak Rusman Emba Diperiksa

Berita Terbaru