HIPPMAKOT Minta Aparat Usut Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM di Kendari

- Publisher

Senin, 6 Juli 2026 - 14:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eksplorsultra.com – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kota (HIPPMAKOT) Kendari menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Organisasi tersebut meminta pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum segera mengungkap penyebab kelangkaan BBM, khususnya Pertalite.

HIPPMAKOT menilai kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat, memicu kemacetan, serta menimbulkan keresahan karena masyarakat kesulitan memperoleh bahan bakar.

Ketua Umum HIPPMAKOT mengatakan masyarakat berhak mendapatkan penjelasan terbuka mengenai kondisi distribusi dan ketersediaan BBM di Kota Kendari. Menurutnya, transparansi diperlukan agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami meminta instansi terkait menjelaskan apakah antrean terjadi akibat keterlambatan distribusi, berkurangnya stok, meningkatnya konsumsi, atau faktor lain yang mengganggu pasokan BBM,” ujarnya.

Selain meminta penjelasan, HIPPMAKOT mendesak aparat penegak hukum menyelidiki jika terdapat indikasi penyimpangan dalam tata niaga BBM. Dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi diminta diusut secara profesional sesuai ketentuan hukum.

Menurut HIPPMAKOT, apabila ditemukan oknum yang sengaja memanfaatkan kelangkaan BBM demi keuntungan pribadi atau kelompok, tindakan tersebut harus diproses secara tegas karena merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Pengurus JMSI Sumbar Resmi Bertugas, Ini Pesan Teguh Santosa

Organisasi itu juga meminta Pemerintah Kota Kendari, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, BPH Migas, dan Pertamina memperkuat pengawasan distribusi BBM di seluruh SPBU agar penyaluran berjalan tepat sasaran.

HIPPMAKOT menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pemerintah memberikan kepastian penyebab antrean serta langkah konkret untuk menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat. Jika belum ada solusi, organisasi itu mempertimbangkan menempuh audiensi maupun aksi penyampaian aspirasi.*

Berita Terkait

Lokasi Izin dan Jetty Diduga Berbeda, Triple C Minta PT GMS Beri Penjelasan
Kebakaran Lahan Nanga-Nanga Kendari Terkendali, Personel Gabungan Lanjut Siaga
Jetty II PT GMS Disorot, DLH Konsel Sebut Izin Lingkungan Tak Ada
Pencemaran Sungai Laonti, DLH Konsel Minta PT GMS Hentikan Aktivitas
Bakornas LKBHMI PB HMI Serukan Perlawanan terhadap Praktik Mafia
PT GMS Laporkan Simpul Indonesia, DPR RI Minta Penegakan Hukum Berpedoman UU Pers
E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal
Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 18:31 WITA

Lokasi Izin dan Jetty Diduga Berbeda, Triple C Minta PT GMS Beri Penjelasan

Minggu, 6 September 2026 - 19:55 WITA

Kebakaran Lahan Nanga-Nanga Kendari Terkendali, Personel Gabungan Lanjut Siaga

Sabtu, 5 September 2026 - 19:05 WITA

Jetty II PT GMS Disorot, DLH Konsel Sebut Izin Lingkungan Tak Ada

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WITA

Pencemaran Sungai Laonti, DLH Konsel Minta PT GMS Hentikan Aktivitas

Sabtu, 5 September 2026 - 18:30 WITA

Bakornas LKBHMI PB HMI Serukan Perlawanan terhadap Praktik Mafia

Jumat, 4 September 2026 - 01:23 WITA

E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal

Rabu, 2 September 2026 - 18:42 WITA

Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan

Rabu, 2 September 2026 - 17:58 WITA

Pembukaan Lahan Aurora Bay Disorot, DLHK Belum Beri Penjelasan

Berita Terbaru