MBM Sultra Minta Polda Telusuri Dugaan Mafia Tanah dan Aliran Dana

- Publisher

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Kasus dugaan mafia tanah di Kelurahan Puuwatu, Kendari, kembali menjadi sorotan.

Mahasiswa Banteng Muda Sulawesi Tenggara (MBM Sultra) mendesak Polda Sultra mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.

Desakan itu muncul setelah perkara dugaan sengketa lahan tersebut disebut telah naik ke tahap penyidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penanggung Jawab MBM Sultra, Azhar Ajira, meminta penyidik tidak berhenti pada pihak tertentu.

Ia juga mendesak Ditreskrimum Polda Sultra memeriksa pimpinan PT Tadisangka yang disebut menjabat Ketua Apernas Sultra.

“Bukti lapangan dan hasil gelar perkara sudah menunjukkan adanya tindak pidana di Puuwatu,” kata Azhar.

Baca Juga :  Solar Subsidi di Muna Barat Diduga Diselewengkan, IMALAK Desak Kapolda Evaluasi Jajaran

Menurut dia, proyek perumahan tersebut diduga berdampak pada hak kepemilikan sejumlah warga.

Lahan yang disebut bersertifikat milik masyarakat diduga dikuasai sepihak dan dipasangi patok baru.

MBM Sultra juga menyoroti nama Fajar S Tanawali dalam dugaan skema penguasaan lahan tersebut.

Fajar disebut merupakan adik Ketua Kadin Kota Kendari dan diduga berperan dalam skema “bank tanah”.

Tudingan tersebut, kata Azhar, perlu dibuktikan melalui proses penyidikan yang transparan.

“Proses hukum harus berjalan tegak tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Selain persoalan lahan, MBM Sultra menyoroti dugaan penimbunan aliran kali di sekitar lokasi proyek.

Baca Juga :  Kasus Kematian Randi-Yusuf, Pelaku Yusuf Kardawi Belum Terungkap

Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu lingkungan dan meningkatkan risiko banjir bagi warga.

Azhar juga meminta penyidik menelusuri sumber pembiayaan proyek yang tengah dipersoalkan.

Termasuk dugaan pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang disebut berkaitan dengan proyek tersebut.

“Kami meminta seluruh pihak yang terlibat diperiksa secara transparan,” ujar Azhar.

MBM Sultra menyatakan siap mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebut belum memberikan klarifikasi kepada Terkiniindonesia.com.*

Berita Terkait

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi
Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra
Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit
Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai
Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa
Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WITA

Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:12 WITA

Transparansi Penindakan Gakkum ESDM di Sultra Dipertanyakan Triple C

Berita Terbaru