Gempur Sultra Minta Dugaan Pelanggaran K3 PT Tiran Diusut Sebelum RKAB Terbit

- Publisher

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com — Gerakan Masyarakat Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (Gempur Sultra) mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunda perpanjangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Tiran.

Desakan itu disampaikan menyusul dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di wilayah operasional perusahaan.

Ketua Gempur Sultra, Sawal Petrus Selalu, menilai evaluasi menyeluruh wajib dilakukan sebelum pemerintah menerbitkan perpanjangan RKAB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, berbagai pemberitaan mengenai dugaan kecelakaan kerja harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Baca Juga :  SBSI Desak Audit K3 PT Tiran Gegara Kecelakaan Kerja

Ia meminta dugaan pelanggaran standar K3 diperiksa secara objektif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kalau RKAB akan diperpanjang, persoalan dugaan keselamatan kerja harus lebih dulu dievaluasi secara menyeluruh,” tegas Sawal.

Gempur Sultra juga meminta Inspektur Tambang dan pengawas ketenagakerjaan melakukan investigasi independen.

Selain itu, aparat penegak hukum didorong mengusut dugaan kelalaian apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.

Baca Juga :  SBSI Adukan PT Tiran ke Pihak Berwenang Soal Dugaan Pelanggaran K3

PT Tiran juga diminta terbuka kepada publik mengenai penanganan insiden kerja dan langkah perbaikan sistem K3.

Menurut Gempur Sultra, perlindungan keselamatan pekerja harus menjadi syarat utama dalam evaluasi izin operasional perusahaan.

Sawal menegaskan sikap organisasinya merupakan bentuk kontrol sosial agar pemerintah mengambil keputusan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan.

Hingga pernyataan ini disampaikan, belum terdapat tanggapan resmi dari PT Tiran maupun Kementerian ESDM terkait desakan tersebut.*

Berita Terkait

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi
Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra
Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit
Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai
Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa
Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WITA

Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:12 WITA

Transparansi Penindakan Gakkum ESDM di Sultra Dipertanyakan Triple C

Berita Terbaru