Soroti Kecelakaan Kerja, AMAN Sultra Tagih Janji Smelter PT Tiran

- Publisher

Selasa, 23 Juni 2026 - 04:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendari, Terkiniindonesia.com – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara menyoroti persoalan keselamatan kerja dan komitmen pembangunan smelter PT Tiran Indonesia.

Organisasi tersebut menilai tragedi kecelakaan kerja di sektor pertambangan harus menjadi perhatian serius pemerintah dan perusahaan.

Kabid Advokasi dan Pergerakan AMAN Sultra, Ikram, mengatakan setiap perusahaan tambang wajib menjamin keselamatan pekerja dan menjalankan seluruh komitmen perizinan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, aktivitas pertambangan tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi semata.

“Keselamatan pekerja adalah hal utama. Jangan sampai perlindungan pekerja dan lingkungan diabaikan,” tegas Ikram.

Baca Juga :  Gempur Sultra Minta Dugaan Pelanggaran K3 PT Tiran Diusut Sebelum RKAB Terbit

Selain aspek keselamatan kerja, AMAN Sultra juga mempertanyakan realisasi pembangunan smelter yang menjadi bagian dari program hilirisasi.

Ikram menyebut pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral merupakan indikator kepatuhan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah.

Karena itu, pihaknya meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas PT Tiran Indonesia.

Menurutnya, evaluasi harus mencakup kepatuhan regulasi, pelaksanaan hilirisasi, dan penerapan standar keselamatan kerja.

“Kementerian ESDM harus melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum memberikan perpanjangan RKAB,” ujarnya.

AMAN Sultra mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengevaluasi aktivitas pertambangan PT Tiran Indonesia.

Baca Juga :  Perpanjangan RKAB PT Tiran Dipersoalkan, MAP Hukum Sultra Ajukan Sejumlah Catatan

Mereka juga meminta perpanjangan RKAB ditolak apabila perusahaan tidak mampu memenuhi komitmen pembangunan smelter dan kewajiban lainnya.

Selain itu, pemerintah diminta memperketat pengawasan terhadap seluruh aktivitas pertambangan agar sesuai aturan yang berlaku.

Ikram menegaskan AMAN Sultra akan terus mengawal persoalan tersebut demi keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

“Investasi harus berjalan dengan tanggung jawab. Negara tidak boleh abai terhadap keselamatan manusia dan komitmen perusahaan,” pungkasnya.*

Berita Terkait

E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal
Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan
Pembukaan Lahan Aurora Bay Disorot, DLHK Belum Beri Penjelasan
UPP Kelas I Molawe Perkuat Keselamatan Pelayaran Lewat Evaluasi Kinerja
UPP Molawe Ingatkan Pegawai Gencarkan Edukasi Keselamatan Pelayaran
KARST Tagih Realisasi Monumen Randi-Yusuf yang Disepakati DPRD Sultra
Kasus Kematian Randi-Yusuf, Pelaku Yusuf Kardawi Belum Terungkap
Tambang Ilegal Wawatu, GEMPUR Sultra Minta Suparjo Segera Ditahan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 01:23 WITA

E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal

Rabu, 2 September 2026 - 18:42 WITA

Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan

Rabu, 2 September 2026 - 17:58 WITA

Pembukaan Lahan Aurora Bay Disorot, DLHK Belum Beri Penjelasan

Rabu, 2 September 2026 - 00:06 WITA

UPP Kelas I Molawe Perkuat Keselamatan Pelayaran Lewat Evaluasi Kinerja

Selasa, 1 September 2026 - 23:59 WITA

UPP Molawe Ingatkan Pegawai Gencarkan Edukasi Keselamatan Pelayaran

Selasa, 1 September 2026 - 22:51 WITA

Kasus Kematian Randi-Yusuf, Pelaku Yusuf Kardawi Belum Terungkap

Selasa, 1 September 2026 - 20:01 WITA

Tambang Ilegal Wawatu, GEMPUR Sultra Minta Suparjo Segera Ditahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:30 WITA

Dugaan Aliran Rp1 Miliar Terungkap di Sidang, KARST Desak Rusman Emba Diperiksa

Berita Terbaru