AKAR Sultra Desak Menteri ESDM Tahan RKAB PT Tiran

- Publisher

Minggu, 21 Juni 2026 - 02:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com, Kendari – Aliansi Keadilan Rakyat Sulawesi Tenggara (AKAR-Sultra) mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi PT Tiran.

Desakan itu disampaikan Koordinator AKAR-Sultra, Eko Rama. Menurutnya, perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara tersebut belum menunjukkan realisasi pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan mineral (smelter).

Eko menilai pembangunan smelter merupakan kewajiban penting dalam mendukung program hilirisasi industri pertambangan yang tengah didorong pemerintah pusat.

“PT Tiran hingga saat ini belum merealisasikan pembangunan smelter sebagaimana yang pernah dijanjikan,” ujar Eko dalam keterangannya.

Dia menegaskan, pemerintah harus bersikap tegas terhadap perusahaan yang belum memenuhi komitmen hilirisasi. Menurutnya, penerbitan RKAB kepada perusahaan yang belum membangun smelter berpotensi melemahkan upaya penegakan aturan sektor pertambangan.

AKAR-Sultra menilai keberadaan smelter tidak hanya memberikan nilai tambah bagi mineral yang ditambang, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi daerah.

Karena itu, Eko meminta Menteri ESDM menjadikan realisasi pembangunan smelter sebagai pertimbangan utama sebelum menerbitkan RKAB PT Tiran.

Baca Juga :  FORMALISH Nilai Rekam Jejak K3 Harus Jadi Syarat Persetujuan RKAB PT Tiran

“Kami meminta Menteri ESDM tidak mengeluarkan RKAB sebelum ada kejelasan dan realisasi pembangunan smelter,” tegasnya.

AKAR-Sultra mengaku akan terus mengawal persoalan tersebut. Organisasi itu juga membuka kemungkinan melakukan aksi demonstrasi apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons.

Menurut Eko, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan manfaat bagi masyarakat.*

Berita Terkait

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi
Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra
Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit
Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai
Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa
Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WITA

Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:12 WITA

Transparansi Penindakan Gakkum ESDM di Sultra Dipertanyakan Triple C

Berita Terbaru