Koalisi Aktivis Soroti Kaburnya 11 Tahanan, Desak Copot Kapolres Kolut

- Publisher

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com – Koalisi Aktivis Sulawesi Tenggara kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Sultra, Kamis (9/7/2026).

Aksi tersebut merupakan lanjutan tuntutan atas kaburnya 11 tahanan dari Rumah Tahanan Polres Kolaka Utara.

Massa aksi terdiri atas AMAN Sultra, Anti-Corruption Women’s Forum, SAC, KORAN Sultra, Gempur Sultra, dan MAP Hukum Sultra.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka meminta Kapolda Sultra mengevaluasi kinerja serta mencopot Kapolres Kolaka Utara dari jabatannya.

Baca Juga :  Pemanggilan Ketua JMSI Sultra dan Jurnalis Disorot, SMSI Konawe: Gunakan Mekanisme UU Pers

Koordinator Wilayah AMAN Sultra, Firman Adhyaksa, menilai peristiwa kaburnya tahanan menunjukkan lemahnya sistem pengawasan internal.

Menurut Firman, insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan di Polres Kolaka Utara.

Ia menilai langkah tegas diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Direktur Eksekutif Anti-Corruption Women’s Forum, Sazkyha Pratiwi Sakir, juga menyoroti dugaan lemahnya sistem pengamanan rutan.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap kelalaian akan dievaluasi secara terbuka dan profesional.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Soal Dugaan Pencemaran Lingkungan PT TBS, KLH dan DLH Sultra Keluarkan Surat

Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Setelah berorasi, massa menuju Masjid Mapolda Sultra untuk menggelar doa bersama.

Doa tersebut dipanjatkan sebagai harapan agar kepolisian melakukan pembenahan dan memperkuat pengawasan internal.

Hingga berita ini diterbitkan, Polda Sultra belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan pencopotan Kapolres Kolaka Utara.*

Berita Terkait

Lokasi Izin dan Jetty Diduga Berbeda, Triple C Minta PT GMS Beri Penjelasan
Kebakaran Lahan Nanga-Nanga Kendari Terkendali, Personel Gabungan Lanjut Siaga
Jetty II PT GMS Disorot, DLH Konsel Sebut Izin Lingkungan Tak Ada
Pencemaran Sungai Laonti, DLH Konsel Minta PT GMS Hentikan Aktivitas
Bakornas LKBHMI PB HMI Serukan Perlawanan terhadap Praktik Mafia
PT GMS Laporkan Simpul Indonesia, DPR RI Minta Penegakan Hukum Berpedoman UU Pers
E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal
Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 18:31 WITA

Lokasi Izin dan Jetty Diduga Berbeda, Triple C Minta PT GMS Beri Penjelasan

Minggu, 6 September 2026 - 19:55 WITA

Kebakaran Lahan Nanga-Nanga Kendari Terkendali, Personel Gabungan Lanjut Siaga

Sabtu, 5 September 2026 - 19:05 WITA

Jetty II PT GMS Disorot, DLH Konsel Sebut Izin Lingkungan Tak Ada

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WITA

Pencemaran Sungai Laonti, DLH Konsel Minta PT GMS Hentikan Aktivitas

Sabtu, 5 September 2026 - 18:30 WITA

Bakornas LKBHMI PB HMI Serukan Perlawanan terhadap Praktik Mafia

Jumat, 4 September 2026 - 01:23 WITA

E-Pas Kecil Jadi Langkah KUPP Molawe Tertibkan Administrasi Kapal

Rabu, 2 September 2026 - 18:42 WITA

Aktivitas PT GMS Disorot, DLH Sultra Dalami Dokumen Perizinan

Rabu, 2 September 2026 - 17:58 WITA

Pembukaan Lahan Aurora Bay Disorot, DLHK Belum Beri Penjelasan

Berita Terbaru