Dugaan Penyaluran Solar Subsidi Tak Sesuai Prosedur Disorot, KARST Beberkan Inisial Oknum Babinsa dan Babinkantibmas

- Publisher

Jumat, 25 September 2026 - 14:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkiniindonesia.com — Penyaluran solar bersubsidi di SPBN Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, disorot Konsorsium Aktivis Revolusioner Sulawesi Tenggara (KARST).

Organisasi yang terdiri atas 14 kelompok tersebut menduga terdapat sejumlah kejanggalan dalam operasional SPBN.

Koordinator KARST Ikram menyebut dugaan tersebut berkaitan dengan mekanisme penyaluran hingga pihak-pihak yang disebut terlibat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari sipil ada dua inisial N dan U yang diduga berperan di depan layar,” kata Ikram, Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, keduanya diduga berperan dalam penyaluran jatah solar subsidi serta pengumpulan upeti.

Baca Juga :  KARST Ungkap Dugaan Kejanggalan Penyaluran Solar Subsidi di SPBN Bokori

Ikram juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tersebut.

“Dari informasi yang kami terima ada duet antara oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas, inisial W dan Z,” ungkapnya.

Dia mengatakan kedua oknum tersebut diduga berperan di belakang layar dalam penyaluran solar subsidi.

Selain dugaan keterlibatan sejumlah pihak, KARST menyoroti sarana penyaluran BBM di SPBN Bokori.

Ikram mengklaim solar subsidi diduga tidak disalurkan menggunakan nosel sebagaimana fasilitas pengisian BBM.

Baca Juga :  Tuduhan Intervensi Rektor Petahana dalam Pilrek Guncang Kampus UHO

“Solar subsidi itu diduga tidak disalurkan menggunakan nosel, tetapi memakai selang dari tangki bekas,” ujarnya.

Atas temuan tersebut, KARST meminta instansi berwenang melakukan pemeriksaan terhadap SPBN Bokori.

Pemeriksaan diminta mencakup legalitas, fasilitas, serta mekanisme penyaluran solar bersubsidi.

“Ini perlu diperiksa secara menyeluruh. Jangan sampai BBM subsidi justru disalurkan dengan mekanisme yang tidak sesuai,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pengelola SPBN Bokori maupun instansi terkait belum memberikan keterangan.*

Berita Terkait

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi
Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra
Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit
Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI dan Kades Kolombi, Istri Soroti Nafkah Anak dan Proses Cerai
Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa
Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Patroli Malam Polres Kolut Ungkap Aktivitas Pemindahan 830 Liter Solar Subsidi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Dua Kali Demo, SAC Pertanyakan Penanganan Dugaan PETI Bombana oleh Polda Sultra

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Pembangunan SDN 10 Kendari Disorot Mahasiswa, PUPR dan Disdik Diminta Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI Bombana, Istri Soroti Sikap Dandim dan Ketua Persit

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:37 WITA

Kasus Tambang Ilegal Suparjo Belum Tuntas, IMALAK Sultra Soroti Penegakan Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WITA

Solar Subsidi APMS Bokori Bermasalah? IMALAK Minta Oknum Polisi dan TNI Diperiksa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Dugaan Konflik Kepentingan Iksan di PT GAP, IMALAK Sultra Minta Penelusuran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:12 WITA

Transparansi Penindakan Gakkum ESDM di Sultra Dipertanyakan Triple C

Berita Terbaru